Fenomena Nadir Ka'bah Bukti Bumi Berbentuk Bulat dan Penentu Arah Kiblat

Fenomena Nadir Ka'bah Bukti Bumi Berbentuk Bulat dan Penentu Arah Kiblat
LambeTurah.co.id - Sebagian orang ada yang mempercayai jika Bumi berbentuk datar dan mengeluarkan bermacam-macam bukti untuk menguatkan teori-teori yang mereka buat. Sebaliknya, jika fakta-fakta tentang Bumi bulat tampaknya lebih nyaring terdengar.

Pada 29 November 2021, salah satu fakta jika Bumi bulat dapat dibuktikan dengan peristiwa astronomi yaitu Nadir Ka'bah. Fenomena ini berlangsung dua kali dalam setahun, yang pertama, sudah terjadi pada 13 Januari lalu.

Nadir Ka'bah adalah fenomena astronomis ketika Matahari berada tepat di titik nadir (titik terbawah) saat tengah malam bagi pengamat yang berlokasi di Ka'bah. Dijelaskan peneliti Pusrissa OR-PA BRIN Andi Pangerang, karena bentuk Bumi yang bulat, Matahari akan berada tepat di atas titik antipode Ka'bah (titik yang terletak di belahan Bumi yang berlawanan terhadap Ka'bah) ketika tengah hari.

Ibunda Amanda Manopo Meninggal Dunia



"Dengan demikian, ujung bayangan Matahari yang mengalami pagi, siang, dan sore akan mengarah ke kiblat. Pada hari ini, 29 November 2021, fenomena tersebut terjadi pada pukul 00.09 waktu Arab Saudi atau 06.09 WIT," ujarnya.

Fenomena ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mengecek ulang arah kiblat. Seperti diketahui, umat Islam melakukan salat dengan mengarah ke kiblat, yaitu arah ke Ka'bah di Mekah, Saudi Arabia.

Arah kiblat secara tradisional ditentukan dari arah ke Matahari saat Matahari berada di atas Ka'bah. Jika saat itu Matahari dapat terlihat, hal tersebut akan sama dengan arah kiblat.

Jika hasilnya dipetakan pada peta "Bumi datar", maka arah kiblat tidak akan secara konsisten mengarah ke Ka'bah. Hanya kalkulasi menggunakan model Bumi bulat yang akan memberikan kita hasil yang konsisten dengan hasil observasi selama berabad-abad dari banyak lokasi di Bumi, dan hal tersebut terjadi karena Bumi berbentuk bulat.