Kepala Sekolah Spontan Injak Kepala Siswa karena Langgar Aturan

Kepala Sekolah Spontan Injak Kepala Siswa karena Langgar Aturan
LambeTurah.co.id - Sebuah video viral di media sosial merekam seorang guru yang diduga menginjak kepala siswanya. Kejadian tersebut diketahui oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Amlapura, Kabupaten Karangasem, Bali.

Kejadian tersebut terjadi ketika beberapa siswa melanggar aturan tata tertib sekolah dan diberikan hukuman push-up. Sedangkan Kepala Sekolah SMA 3 Amlapura, Komang Sudiana membenarkan peristiwa yang terjadi di video itu.

Itu terjadi spontan, saat memberi hukuman ke siswa yang melanggar tata tertib. Pihaknya memberi hukuman agar murid semakin disiplin serta patuhi tata tertib di SMA Negeri 3 Amlaapura.

Sadis ! Anak Berkebutuhan Khusus Dianiaya Ayah dan Ibunya Hingga Tewas



"Saya baru sekitar setahun menjabat kepala sekolah SMAN 3. Sebagian murid tidak disiplin, sering lawan guru. Semua guru saya minta untuk menekan sifat disiplin terhadap murid. Tujuannya agar murid jadi disiplin serta SDM berkualitas," ungkap Komang Sudiana, Selasa 12 Maret 2022.

Setelah berkoordinasi, guru membuat tata tertib agar para siswa makin disiplin, dan tidak melawan guru. Semua siswa menyetujui arahan serta peraturan guru.

Senin 11 April 2022 setelah upacara bendara, guru mengecek untuk memastikan komitmen siswa dan saat masuk kelas XI MIPA ada siswa belum memotong rambut. Jumlahnya sekitar 12 orang yang melanggar peraturan lalu diberikan hukuman push-up 10 kali di hadapan siswa lain.

"Karena melanggar akhirnya siswa tersebut diberi hukuman push - up. Saya secara spontan (reflek) menginjak bahu siswa yang tak sungguh - sungguh jalani hukuman," imbuh Komang Sudiana. Pihaknya melakukan itu karena spontan. Tidak ada niat apa pun selain membuat siswa disiplin.

Sudiana minta maaf kek keluarga siswa, masyarakat, dan sesepuh di Seraya terhadap aksinya yang pakai kaki. Pihaknya melakukan agar siswa semakin disiplin, patuh terhadap guru, dan tak melanggar peraturan sekolah.

"Tadi pagi saya dipanggil Kepala Disdikpora Provinsi Bali dan menanyakAn kejadian tersebut. Saya sudah menjelaskan kronologis kejadiannya. Semuanya saya serahkan ke Disdikpora,"tambah Sudiana.