Investasi Keluhkan Adanya Aktivitas Ormas, Begini Respon Kemenperin

Lambeturah.co.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menyatakan bakal mencari solusi soal aktivitas premanisme organisasi masyarakat (ormas) di kawasan industri yang dinilai mengganggu kinerja pabrik di kawasan tersebut.
"Kalaupun akhirnya terjadi excess, terjadi apa yang kita tidak inginkan, ya ini yang kita coba cari solusinya," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy di Jakarta, dikutip pada Selasa (11/2/2025).
"Sekali lagi ini concern yang kami terima," tambahnya.
Sebelumnya, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia juga sudah menyatakan mengalami kerugian hingga ratusan triliun rupiah akibat investasi yang batal dan keluar dari kawasan industri imbas adanya premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas).
"Kalau dihitung semuanya, ngitungnya bukan cuma yang keluar, tapi yang nggak jadi masuk juga. Itu bisa ratusan T (triliun rupiah)," kata Ketua Umum HKI Sanny Iskandar, ditemui usai dialog optimalisasi kawasan industri, di Jakarta, Kamis.
"Yang mereka pingin itu adalah supaya yang terkait dengan pabrik, selalu ya, dia kan butuh transportasi, catering atau apa, pingin beli ini, beli itu, mau bangun perluasan pabriknya atau apa, mereka itu minta diserahkan ke mereka," pungkasnya.